Pada masa-nya, mungkin, kata “malu” sudah tak lagi dapat ditemukan pada kamus manapun juga. Sebab telah hilang rasa malu sehingga banyak orang yang merasa bangga akan kemaksiatan yang diperbuatnya, dan menceritakannya pada orang lain.. permisifisme… Lihat saja, betapa mudahnya akses yang bisa digunakan untuk bersikap permisif. Salah satunya, media internet. Bila disandarkan pada masa lalu, [...]
Archive for the ‘Cermin’ Category
“Setiap orang berhak atas masa lalu dan harapan ke depan masing-masing dengan berproses menjadi sesuatu yang lebih baik tanpa kejumudan berpikir. Tidak ada seorangpun juga yang (menjadi seolah) berkewajiban memiliki hak atas orang lain tersebut” (Cahyo Seftyono, a friend of mine) Kata-kata ini seakan merefleksikan apa yang ada padaku sekarang. Penat aku ditarik-tarik untuk memenuhi [...]
Bismillahirrahmanirrahim… Malam ini, aku tak bisa tidur… Terusik oleh rintihan yang berasal dari dalam pikirku… Ilusi ku melihat mereka yang mengais debu hingga teristimewakan rasa laparnya, melihat mereka menguras setetes air dari wadah sisa yang kian tandas… Tidak, ini sama sekali bukan ilusi… tetapi realitas hidup yang mereka emban tanpa bisa menolak… dan lagi-lagi aku [...]
Bergumul dalam dunia anak-anak, remaja, hingga dewasa, tentunya membuat aku menjadi jauh lebih peka daripada sebelumnya. Tidak ada yang berubah, karena sedari remaja pun aku sudah dijejali dengan pelbagai kisah mengharubiru dari kawan2, tak ada bedanya dengan saat ini, yang berbeda hanyalah berkembangnya persepsi aku terhadap permasalahan-permasalahan itu. Tulisan ini sengaja ku muat dikarenakan perihnya [...]
Terkadang banyak mereka yang ingin menjadi penengah melulu mengaitkan perasaan dalam setiap tindakannya. Memang selalu ada pro’s dan con’s dalam setiap masalah. Tapi bilamana diminta, secara langsung maupun tidak, untuk menjadi penengah, maka anda harus ‘cover both sides’! Netral, berimbang dan tidak memihak. Percuma bila anda mengenakan label sebagai penengah, tapi akhirnya malah menjatuhkan diri [...]





















