Sebuah Proses..

Posted: January 4, 2015 in Uncategorized

Saat itu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, sementara ibuku rahimahallah sudah berkepala lima. Ibuku yang sehari-hari mengabdi sebagai guru, setiap pekan di siang hari selepas mengajar, berganti profesi menjadi murid. Tepatnya, mahasiswa.

Dulu beliau hanya sebatas menyandang Sekolah Pendidikan Guru saat melamar kerja, namun kualitas SPG dahulu tidak perlu dipertanyakan. Mumpuni luar biasa. Dan di masa tuanya, beliau melanjutkan pendidikannya sebagai syarat penunjang karirnya. Lalu apakah pendidikan yang dijalaninya hanya sebatas mengejar gelar semata?

Tidak, kawan..

Saya saksi hidup dimana ibu saya menjalani proses perkuliahan sebagaimana mahasiswa pada umumnya.
Beliau datang di hari-hari perkuliahan dengan tubuh lelah usai bekerja. Beliau mengerjakan setiap tugas yang diberikan di sela-sela sibuknya. Bahkan beliau ikut terjun dalam KKL ke luar kota bersama teman-teman nya yang jauh lebih muda. Dan di akhir masa kuliah nya, beliau mengerjakan skripsinya dengan tangannya sendiri.

Aku berfikir, untuk apa di usia senja masih saja capek-capek menuntut ilmu?

Ibuku saat itu berkata,
“belajar itu ga kenal usia, na..”

Iya, ibuku tidak malu walau ia yang paling tua di kelas. Ibuku tidak segan bertanya pada dosennya yang sepantar dengan anaknya. Beliau tidak memilih menjalani perkuliahan instan yang tidak datang pun tidak masalah. Beliau tidak memilih untuk memakai jasa orang untuk membuat tugas akhirnya.
Berbeda dengan beberapa orang yang dengan alasan sibuk bekerja memilih kuliah instan dengan sistem akselerasi, yang tanpa hadir diperkuliahan pun bisa tuntas. Dan skripsi? Tinggal beli. Selesai sudah, S1, S2 bahkan mungkin S3 disandang dengan mudah. Dan lebih parah lagi, beberapa diantara lulusannya berada di dunia yang paling urgen bagi generasi muda.

Iya, memang lowongan pekerjaan di Indonesia menuntut gelar bukan keahlian. Tapi apakah begitu caranya kita menuntut ilmu? Terlebih sebagai muslim yang sudah faham hakikat berilmu tentu yang dicari bukan sekedar hasil akhir, melainkan prosesnya.

Dan aku belajar dari ibuku rahimahallah, bahwasanya bilamana kemudian ilmu itu tidak diaplikasikan dalam dunia kerja, tidak masalah. Yang penting adalah kita mendalami proses belajar itu yang tidak hilang sampai kapanpun.

Dan beliau yang mengabdikan diri sebagai seorang pendidik hampir di seluruh usianya, betul mengajariku arti belajar. Hingga tutup usianya beliau wanita yang senang mencari ilmu..

Karena belajar bukan sekedar untuk mencari gelar..

Proud of you, mom!
You’re my everything..

Aku harus bagaimana bila nuraniku berkata tidak?

Posted: February 9, 2014 in Uncategorized

Aku harus bagaimana bila nuraniku berkata tidak?
Apakah aku harus nekat menanggalkan gelar kebesaran dari Allah ini, dengan mengabaikan apa kata hati?
Lalu apakah kalian bisa menggantikan peranku sebagai mujahid(ah) dirumahku sendiri?
Dengar,
Mengapa aku rela menggadaikan ijazahku demi berlelah lelah,
Karena aku ingin syurga..
Pun aku tak ingin bertahun-tahun ke depan, anakku menuntut pembalasan atas ketidaknyamanannya semasa kecil
Atas kehilangan sosok ibu didalam rumah
Atas permainan yang kaku dari sebuah sandiwara hedonis
Aku ingin garis bibir anakku melengkung ke atas, menjadikannya seperti tenda terbalik, melihatnya apa?
Tertawa..
Usaikan saja menunjukku terus menerus..
Masa ku sebagai civitas akademika memang telah habis, tapi ilmuku tidak usang..
Maka cukupkanlah menarikku dengan kuat ke arah barat, sebab hatiku bernaung tenang di timur..
Menjalani peran sederhana dengan sebuah status ‘ibu rumah tangga’
Yaah..
Aku harus bagaimana bila nuraniku berkata tidak?

Sekolah.. oo.. sekolah..

Posted: February 8, 2014 in Uncategorized

Menjelang dibuka nya pendaftaran sekolah tahun ini, beberapa kali ditanya teman dan kerabat

“Azfa sudah sekolah belum?”

Terima kasih.. Ku nilai itu sebagai bentuk perhatian mereka..  🙂
Aku serta merta berkata “belum, Azfa baru 3 tahun”
dan ingin sekali menambahkan, bahwa aku enggan menyekolahkannya sampai ia benar-benar siap (matang) untuk menerima pelajaran. Sekitar usia 5 atau 6 tahun.
Namun sepertinya tahun depan aku terpaksa memasukkannya ke sekolah, menimbang disini SDI yang bagus sangat sulit untuk dimasuki, jadi harus masuk TK nya dulu supaya dapat bangku di SD. Kecil-kecil harus berebut bangku yaah.. 😀

Aaah, nak.. mudah-mudahan tahun depan bunda bisa ikut dalam antrean formulir itu yah.. walau rasanya enggan melepasmu sekolah dimasa bermainmu. Sebab akan ada masa 12 tahun engkau berkutat serius dengan buku, dan mungkin akan ditambah 4 tahun lagi, lalu ditambah lagi.. wallahu’alam.. sisa setahun ini kita bermain dulu yah, tak peduli yang lain bicara apa.. toh saat ini (dan setahun kedepan sebenarnya) kau tak perlu calistung, cukup hafalan sebab muatanmu memang belum layak untuk bisa melakukan hal-hal yang -mungkin menurut sebagian orang- luar biasa itu.

Hal-hal kecil yang hebat sudah bisa kau lakukan, dan bunda tahu itu. Bedanya di playgroup bekalmu adalah guru dan mainan, sementara dirumah kita bermain seadanya dengan alat sederhana bahkan peralatan dapur bunda, dengan imajinasi, kreativitas dan bermain peran. Kau bisa jadi masinis, pilot, supir, pedagang, pembeli, chef, dan wah.. banyaaaak..! Lalu kita membuat burung, pistol, excavator, pesawat, rumah, baju, gajah.. hanya dengan secarik kertas dan blocks! asiknyaaaa..! Kemudian kita bereksperimen gunung meletus dengan soda dan cuka, bermain gelembung udara, mengayuh sepeda, berenang, bermain bola, berlari, melompat.. wow menyenangkan, kan?

Well.. At least, there’s a beautiful moment for you to remember, kid..

and the most precious one is : we get a great bonding..

Yes, just the three of us..  🙂

Lovely_illustration_little_girl_showing_family_drawing_to_parents_wallcoo.com

Dan manusia pun berubah.. :)

Posted: December 9, 2013 in Uncategorized

Beberapa tahun silam, rasanya enggan memegang jarum jahit dan kawan-kawannya, kalau ada pelajaran jahit mending minta orang lain bikinin deh heheh.. :p

Lebih suka baca apa, keluarga dan sahabat lama ku sudah mengetahuinya.

Beberapa tahun silam, ke dapur aja bisa dihitung pakai jari dan niatnya juga bukan masak, ada niat terselubung.. icip-icip.. hihii..

Lebih suka bikin apa, keluarga dan sahabat lama ku sudah mengetahuinya.

Aneh, bila beberapa tahun belakangan ini muncul di timeline akun facebook ku soal masakan dan kreasi flanel
“Serius tu bikin sendiri???”
“Eh beneran, apa ga keracunan?? Wah harus nyobain nih”

Asem bener dah… 😀

butterfly-flying

Ternyata, manusia bisa berubah ya, kawan?

Bila merasa orang lain punya kelebihan ini-itu, sementara aku ga punya maka jawabannya cari dan gali. Mencari sendiri tentu lebih melelahkan dan lebih menyenangkan ketimbang bertanya pada orang lain, “kelebihanku apa ya?”, Ga bakalan ada yang jawab pas. Yang tau kelebihanmu ya kamu sendiri. Jangan memaksa diri untuk menjadi seperti orang lain.

Suka? Ya kerjakan. That’s it. Ga perlu menunggu untuk menjadi ahli bila sekedar mencoba sesuatu kan? Kalau tidak mencoba, lalu kapan menjadi bisa?

Belajar dan belajar.. Belajar ga mesti hadir di dalam kelas, lingkunganmu adalah kelasmu, dimana saja kau bisa belajar dan bereksplorasi.

Bersemangatlah.. 🙂

Snapshot

Ini Azfa, beginilah ia bila sudah turun ke jalan, mau belanja ke warung yang jaraknya hanya beberapa meter saja lamaaanyaaa bukan main. Berhenti dlu, jongkok dulu, nanya dulu.. hihihiiii..
Seperti pagi kemarin, tiba-tiba jongkok memperhatikan kucing sedang makan..
Azfa : “Itu kucing lagi ngapain bund?”
Bunda : “Lagi maem bang..”
Azfa : “Kuciiingg.. lagi ngapain kuciiingg… lagi maem yaa? kok diem aja kuciiing, maem apaan?”
Yaiyalah kucingnya asik lanjut maem, mungkin kata kucing, “ini bocah berisik amat sih, ganggu aje..”

Hihihiii…

That is my boy.. #hug

Image  —  Posted: November 26, 2013 in Uncategorized

Tak kenal maka tak sayang..

Posted: November 26, 2013 in Uncategorized

Benarkah ungkapan ini?
Semakin lama kita bergaul dengan orang lain, semakin karakter aslinya jelas terlihat. Bukan saja yang manis-manis, tetapi juga yang pahit-pahit. Lantas dengan segera hipotesa-hipotesa bermunculan, sifat fulan/ah itu demikian dan demikian..

Kendati pada akhirnya kita mengenalnya, namun sayangkah kita kepadanya?
Belum tentu.. Sebelum kita belajar untuk memahami atau mengerti..

Seperti mengenal sebuah konsep tanpa pemahaman, maka yang ada hanyalah seonggok hafalan yang mudah kandas.
Mengenal rumus fisika, di hafal mati-matian tanpa memahami konsepnya, maka hanya melekat sekejap..
Mengetahui rumus grammar, di hafal ampun-ampunan tanpa memahami maknanya, maka akan singgah hafalan itu lalu berlalu..

Bukan sekedar mengenal, apalagi menghafal, namun memahami, dan ini berlaku pula saat bermuamalah dengan orang lain..

friendship-31a

Kita tidak pernah tau masa lalu orang lain sampai mereka berkisah tentangnya. Kita hanya dapat berfikir pendek, sependek penglihatan kita, jaraknya hanya apa yang ada dalam pandangan kita. Cukupkah setelah itu kita menarik teori-teori tentang pribadi nya?
Maka malu adalah jawabannya..

Dan bila rasa mengerti/memahami itu belum ada, niscaya rasa sayang itu tidak muncul sepenuh hati..
Mari sama-sama memahami orang lain, agar menjadi ikhlas dalam bermuamalah, menjadi senang dalam berkawan, menjadi bahagia dalam menerima kekurangan orang lain..

Tak memahami, maka tak sayang..

 

Cileungsi,

Fathia Anne

Hi bloggie, I’m back..

Posted: October 17, 2013 in Uncategorized

Try to open-up this window, tap my fingers and suddenly say “uuuuu… I really miss that sound! ihiiiy…” #keyboard
Oke, katakanlah saya menghilang, lenyap atau apalah, setelah postingan saya terakhir di tahun 2011. Iya, 2011. Bukannya gak punya kalender, memang saya sudah lama tenggelam, tenggelam bersama keluarga tertjintah.. ahaks.

Dan kembalinya saya bukan tanpa misi. Ini lho mau wara-wiri yang baru-baru, mau memperkenalkan toko online saya. Toko online beneran yah, kawan..  Proudly presents, Rarupa.com 😀

wajah rarupa.com

wajah rarupa.com

Masih fresh from the oven yaa, karena baru lahir awal Oktober ini. Lapak ini terbuka untuk umum, sila mampir dan pilih-pilih, masukin ke keranjang, lalu lari ke kasir.. hihiii…  Yuuk aah, ditunggu kedatangannya.. 🙂